
Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa PPID yang merupakan hasil kolaborasi International Business Association (IBA) dan Apkasi bukan sekadar ruang pameran, melainkan sebuah solusi konkret atas hambatan promosi yang selama ini dihadapi kabupaten di Indonesia. Menurutnya, banyak daerah memiliki potensi luar biasa namun terkendala akses ke investor global pada tahap awal penjajakan ketika investor memerlukan kepastian data.
“Investasi adalah kunci percepatan pembangunan dan penciptaan lapangan kerja. PPID hadir sebagai ‘etalase’ terintegrasi di mana keunggulan daerah dapat diakses dengan mudah oleh pembeli dan investor internasional sebelum mereka terjun langsung ke lapangan,” ujar Bupati Lahat ini sambil menambahkan pemilihan Batam sebagai lokasi PPID sangat strategis mengingat statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas yang menjadi gerbang utama investasi nasional.
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menyoroti minimnya basis data komoditas, lemahnya koneksi global, serta kurangnya tindak lanjut terhadap calon pembeli sebagai persoalan klasik bagi daerah yang belum optimal. “Lewat PPID, kita memperkuat database investor yang kredibel dan memperluas akses ke pasar internasional melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU,” jelasnya.
Chairman IBA, Shan Shan, optimisme terhadap komitmen para bupati. Ia mengungkapkan bahwa IBA telah membawa investor dari China dan Hong Kong yang siap melakukan business matching secara langsung sebagai bukti nyata bahwa koneksi global ini telah berjalan.
“Kami tidak hanya menunggu, tetapi secara aktif menghadirkan investor. PPID dirancang sebagai platform strategis di mana para Bupati bisa bertemu langsung, berdiskusi, dan segera mengeksekusi peluang kerja sama,” kata Shan Shan.
Tampak perwakilan 16 pemerintah kabupaten yang dihadiri langsung oleh bupati, wakil bupati, Sekretaris Daerah dan OPD terkait, termasuk Kepala Cabang BTN di Batam Indrasakti Agung Nugroho. Usai acara, peserta diajak room tour melihat fasilitas PPID.
PPIDBatam #apkasi
